Halaman

Senin, 20 Agustus 2012

Is this that 'perfect road' ?

From Google

Kalau ditanya lagu apa yang paling bisa bikin saya semangat? Jawabannya pastilah 'firework'nya Katy Perry. Kenapa? Entahlah, mungkin karena kata-katanya yang bener-bener bisa jadi suntikan semangat, apalagi kalimat ini :

Maybe you reason why all the doors are closed, so you could open one that leads you to the perfect road
Ya kalimat itulah yang selalu saya nyanyikan pas lagi 'gagal-gagalnya' ya semacam ngibur diri sendiri gitu hihi cieelah gagal, gagal kenapa sih? ayo kita sedikit flashback cerita yang sudah lama ingin saya ceritakan, ingin saya share kepada kalian yang mungkin cuma karena ga ada kerjaan jadi baca blog saya.

Saya selalu nyanyiin lagu itu pas saya lagi sedih-sedihnya, kecewa-kecewanya, gagal-gagalnya dalam SNMPTN undangan. Itu merupakan salah satu kekecewaan terbesar dalam hidup saya. Saya sampe nangis di sekolah, di kamar, menyesali semuanya dan sempet putus asa haha kalo diinget-inget lagi jadi malu, berasa cengeng banget.

Emang sih harusnya saya ga gitu-gitu amat, toh saya merupakan salah satu siswa yang beruntung dapat mengikuti SNMPTN undangan sedangkan yang lain ada yang gabisa ikut itu, toh saya juga beruntung bisa menyelesaikan studi SMA dalam waktu dua tahun. Tapi ya dasar sih saya manusia yang tak pernah puas, mau aja ada lebihnya. Semuanya semacam manis diawal tapi pahit di akhir hihi jadi curcol, ayo kita lanjutkan ceritanya.

Nah pas itu lah saya berfikir, yang mana sih 'perfect road' nya saya? Saya terus berusaha menimbang, mencari dan berusaha bisa masuk ke 'perfect road' yang saya inginkan.
Saya pun ikut SNMPTN tulis dengan penuh harapan. Daaaaan... ternyata saya gagal broh! Gagal lagi! Seketika dunia pun hancur

#np : butiran debu

Tapi waktu itu saya ga sedih-sedih amat kaya SNMPTN undangan karena saya sudah mempersiapkan mental, mungkin ini salah satu hikmahnya. Saya bisa jadi lebih kuat! :)

Setelah itu semua saya melanjutkan lagi perjuangan saya cos' life must go on! Saya coba daftar ke UPI dengan jurusan yang sama kaya pilihan saya sebelumnya. Dan alhamdulillah, saya diterima :')

Mungkin ini my perfect road. Ya semoga saja, dan semoga saya bisa memberikan yang terbaik juga. Semoga!

Ohya disini juga saya akan berterimakasih kepada orang-orang yang luarbiasa yaitu Mamah, Dodot, Tesa, Ade, Uya, Uguy, Eka, teman-teman Siomessen dan kamu yang mau baca postingan ini sampai akhir. Big thanks! Semoga bermanfaat :)

Minggu, 22 April 2012

Kepada Matahari



Kepada matahari,
Sungguh aku mengagumimu
Bukan seperti bunga yang menari di pagi hari
Ataupun laut yang menelanmu di senja hari

Kepada matahari,
Sungguh aku memujamu
Bukan karena oranyemu di ufuk timur
Ataupun jinggamu di ujung senja

Kepada matahari,
Sungguh aku mencintaimu
Bukan karena kesempurnaanmu
Sungguh bukan karena itu

Kepada matahari,
Aku mencintaimu seperti padi di siang hari
Bahagia menerimamu disaat semua makhluk menghujatmu

(siang ini, saat terik matahari menyengat,
untukmu yang membuatku mengerti makna mencintai apa adanya)

Jumat, 13 April 2012

Cerita di Jum'at terakhir :')

Hari ini hari jum'at, tidak ada yang ditunggu-tunggu memang. Tapi hari ini terasa hari sangat berkesan bahkan paling berkesan selama aku sekolah disini, di SMAN 1 Sumedang.

Diawali dengan kesiangan yang sepertinya agak disengaja, seperti biasa aku dicegat oleh om yayan (satpam) lalu disuruh menulis buku tamu daftar kesiangan lalu duduk di kursi biru depan pos satpam. Sangat biasa memang, saya pun sudah telalu terbiasa dengan hal seperti itu karena saya sering sekali kesiangan. Tapi bedanya kesiangan hari ini adalah ini merupakan kesiangan terakhir saya di SMA, oh so memorable :3

Setelah dipersilahkan masuk kelas, saya dan 5 orang teman sekelas saya pun masuk kelas untuk menyimpan tas setelah itu pergi ke kantin. Nakal? engga. Memang hari ini free karena dikhususkan untuk istighasah. Saat bayar lotek di kantin, Laras menelpon Rida untuk cepat kembali ke kelas. Kita pun pergi ke kelas dan disana sudah berkumpul anak-anak kelas yang lagi buka sepatu, saya pun ikut-ikutan buka sepatu tanpa tau maksudnya.

Kamis, 12 April 2012

Nyerah deh

Aku telah sampai diujung dimana aku tak bisa menahan kesabaran,

dan semua penyebabnya itu adalah kau

Bagaimana bisa kau menuduh tanpa ada bukti, memfitnah tanpa tahu kebenaran, mengecam dengan hanya bermodalkan sedikit hipotesis yang dibalut dengan emosi dan arogansi?

Bukankah fitnah itu sangat tabu ya? Sampai-sampai ada peribahasa yang semua orang pun tahu ‘FITNAH LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN’. Berarti fitnah itu perbuatan yang benar-benar tercela dan berdosa bukan?

Kamu ga takut gitu?


Jumat, 30 Maret 2012

Sulur

Aku masih teguh berdiri disini
Ditemani arogansi fiksi
Di sudut sana kau masih terus menghujat
Dengan menutup sebelah mata
Tapi tidakkah kau tahu?
Aku bukanlah putri malu
Yang akan selalu mengatup
Disaat kau asik mengutuk
Aku adalah sulur
Semakin kau bergerak
Semakin ku menjerat
Jadi jangan lanjutkan itu
Karena semakin kau bersikap
Semakin aku menjadi

Minggu, 25 Maret 2012

Antara pemerintah, oposisi dan media massa

Dari judulnya terlihat bahwa posting ini akan benar-benar membahas tentang politik. Tapi tidak, posting ini tidak akan terlalu membahas politik. Ini hanyalah merupakan kesimpulan yang saya dapatkan dari obrolan ringan tadi siang bersama teman-teman saya Ade, Nisa, Amel, Hanifah, Mochi, Laras, Riska, Tesa. Obrolan tentang sesuatu yang sekarang ini sedang sangat booming, kalo di twitter namanya TT (Trending Topic). Ya, kenaikan harga BBM.

Rasanya kita terlalu awam untuk membahas ini ya. Kita yang hanya seorang pelajar SMA kelas XII yang rata-rata tidak normal (red: dibawah umur kelas XII lainnya) sudah sok-sokan membahas urusan yang bahkan orang-orang dewasa pun kadang-kadang kurang mengerti. Tapi disini kita mencoba berpendapat dan melihat dari beberapa pandangan. Sekali lagi bukan membahas.

Seperti yang kita lihat sekarang, kenaikan harga BBM menimbulkan pihak yang pro dan kontra. Disisi pro mereka mendukung karena mungkin mereka mengetahui tujuan dan memaklumi kebijakan pemerintah tersebut. Tapi disisi lain, golongan kontra pun tak henti-hentinya menentang dan mencekal kenaikan harga BBM tesebut. Akibatnya terjadi demo dimana-mana dan banyak sekali masyarakat yang menuntut SBY turun. Tapi ko lebih banyak yang kontra ya? haha

Sabtu, 24 Maret 2012

Random

Aku yang selama ini hanya berani mencuri-curi pandang kepadamu
Aku yang selama ini hanya berani menyematkan perhatian dalam candaanku
Aku yang selama ini hanya berani memberikan senyuman tulus
Aku yang selama ini hanya berani mengajakmu bercanda agar kamu tertawa denganku
Aku yang selama ini hanya berani sebentar saja menatap matamu
Aku yang selama ini hanya berani membantumu diam-diam
Aku yang selama ini hanya berani memimpikanmu dalam tidurku
Aku yang selama ini hanya berani menghadirkan dirimu di pikiranku
Aku yang selama ini hanya berani diam-diam sangat khawatir
Aku yang selama ini hanya berani pura-pura memberi saran padahal aku sangat peduli
Aku yang selama ini hanya berani cemburu diam-diam
Aku yang selama ini hanya berani menahan rindu
Aku yang selama ini hanya berani diam-diam menulis tentang kenangan kita sambil menangis
Aku yang selama ini hanya berani menulis segala tentangmu di laptopku ini

Tahukah kamu?


Aku yang selama ini berharap kamu tahu
Aku yang selama ini berharap kamu mengerti
Aku yang selama ini menahan rindu
Aku yang selama ini sabar menunggumu
Aku yang selama ini menggilaimu
Aku yang setiap hari memikirkanmu
Aku yang selama ini memendam rasa
Aku sudah berada di ujung rasa ini
Rasa yang hampir membusuk karena terlalu lama dipendam

AKU HAMPIR MELEDAK !

Tanda seru atau tanda tanya

Tanda seru dengan tanda tanya memang memiliki kesamaan, mereka sama-sama tanda baca, sama-sama memiliki titik di bawahnya. Tapi....mereka dapat saling merubah. Yang tadinya yakin dapat menjadi ragu, yang tadinya ragu dapat menjadi yakin.

Walaupun mereka berasal dari golongan yang sama tapi mereka sangatlah bertentangan. Mereka dapat merubah perasaan maupun nasib seseorang.  Merekalah yang menjadikan orang-orang menjadi bingung. Ya itulah yang saya dapatkan dari beberapa pengamatan saya beberapa hari ini.

Seperti contohnya saja teman saya Rida. Dia seseorang yang mempunyai passion buat masuk Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, tapi ironisnya dia malah daftar jalur undangan ke Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Industri dan Institut Pertanian Bogor. Entah karena dipaksa orang tua atau apa, itu benar-benar ironis. Sampai sekarang dia menyesal, dialah yang menjadi korban pertentangan tanda seru dan tanda tanya. Disaat orang lain membubuhkan tanda seru di akhir kata ‘aku masuk itb’ dia malah membubuhkan tanda tanya. Disaat orang lain berteriak ‘aku masuk itb!’ dia malah bertanya ‘aku masuk itb?’.

Jumat, 23 Maret 2012

Pada akhir waktu kita nanti :')

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau jujur
tentang asamu padaku saat ini
juga hasratmu padaku

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau menjawab
semua tanya hatiku
yang tak pernah mendapat jawaban pasti

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau mengungkap
makna tatapan itu
yang selalu membuatku kikuk dan mencari makna tentangnya

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau ucapkan
kata yang selama ini ingin ku dengar
dari mulutmu yang mungkin ingin mengungkap

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin mengetahui kebenaran
mengerti makna tatapan
merasakan kebahagiaan
dan melepasmu dengan senyuman

Minggu, 18 Maret 2012

Film korea itu berjudul 'a moment to remember'

Tidak dapat dipungkiri negara kita sekarang sedang terkena sindrom koreanisme. Ada beberapa teman SMP dan teman sekelas saya yang terkena sindrom ini. Apa itu koreanisme? Ah ga usah dijelasin deh ya udah pada tau kali *eh? Niat ngepost ga sih?*. iya deh iya, koreanisme itu semacam fanatik atau menyukai segala hal yang berbau korea, mulai dari filmnya, artisnya, penyanyinya dll.

Tapi berbeda dengan saya.

Disaat mereka mengahabiskan waktu mereka hanya untuk nonton drama korea.
Disaat mereka mengoleksi foto artis2 korea.
Disaat mereka berteriak-berteriak jika melihat orang-orang sipit itu muncul di teve atau majalah
Disaat mereka mengoleksi dan menghapal lagu korea
Disaat mereka mulai mempelajari bahasa korea.
Disaat mereka memenuhi timline dan beranda saya dengan bacotan tentang korea.
Saya hanya diam bahkan mengangkat alis dan bibir sebelah kiriku.

Ya, saya ga suka korea.

Perasaan ini bertahan lama bahkan sangat lama. Ternyata iman saya cukup kuat untuk tidak mengagumi orang-orang bermata sipit itu. Yeah, i’m cool B)
                                                             

Sejenis?

Bukankah kutub utara dengan kutub utara akan terus saling tolak-menolak? Begitu juga kita, kita sejenis, sama-sama mengetahui tapi tak sama-sama memahami. 

Sejenis bukan?

23 : 45

Perasaan yang random. Ini bukan lompat jangkit yang mempunyai step hop-step-jump tapi ini aku, hope-try-break. Ya, hanya itu. Perasaan yang sering banget aku alami. Tapi seorang pemimpi tidak akan berhenti begitu saja begitu pula pahlawan-pahlawan Indonesia yang begitu kuat dan semangat kan?

Apakah kamu tahu? ah pasti tidak. pasti ! Kamu ga akan tahu apalagi mengerti. Hah bodoh, jangan dipendam. Tapi bagaimana? jujur dibuang, tak jujur meledak. Ha ! Bodoh !

Memangnya ini salah siapa? | iya aku yang salah ! aku yang tidak sengaja menciptakan suasana ini. Suasana yang mebuatku terbang sekaligus dijatuhkan, senang sakit. Huaaaa, apakah kau tak lihat? mataku sudah berteriak. | Ah tidak, aku tak mungkin mendengar itu sedangkan kau hanya berbisik. | Apa? berbisik?| Ya, kau hanya berbisik sampai-sampai suara itu hilang tertiup angin | Mataku berteriak sampai berair seperti ini kau bilang hanya berbisik? hah! itu hanyalah alibimu untuk membuangku.

Oke, cukstaw !

Tapi bagaimana? haruskah aku tetap seperti ini? menikmati cambukku. Sampai rasa ini meledakkanku?

Rabu, 29 Februari 2012

Isyarat

                             Isyarat
                                                        Geby Bayuningtyas
Ketika kata tak lagi terucap
Bahkan isyarat pun tak lagi dapat ditangkap
Harus kemana aku berlabuh?
Aku si bisu yang bahkan tak lagi bisa memberi isyarat
Diam, terpaku, tak bisa apa-apa
Disudut sana mereka berteriak
"Aku akan selalu mengerti kamu serta isyaratmu"
Tapi, apakah ini yang disebut mengerti?
Pergi disaat aku mendikte semua
Menjauh disaat aku memberikan isyarat
Isyarat yang bahkan tak pernah dimengerti siapapun
Aku masih tetap di sudut ini
Diam, lelah, menyerah

Selasa, 28 Februari 2012

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni,
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Puisi tersebut adalah salah satu puisi karya Sapardi Djoko Damono yang sangat saya sukai. Saya tau puisi ini tuh berawal dari lomba musikalisasi puisi yang diadakan oleh UNPAD. Setelah saya baca puisinya ternyataaaaaaaaa...

Keren banget, gila.

Huaa.. nge-fans deh ya sama Bapak Sapardi Djoko Damono. Mmm.. maknanya tuh ya, its so cool. Semoga suatu saat nanti saya bisa kaya bapak deh ya *eh apasih? Oke, LUPAKAN !

Oke, sekarang saya ingin mencoba membahas makna puisi dahsyat *menurut saya* tersebut.
Secara umum puisi tersebut mempunyai makna tentang cinta seseorang yang mustahil serta tidak diungkapkan.

Sabtu, 25 Februari 2012

Terlalu Terbiasa

from google
Aku terlalu terbiasa tak menyebut namamu dalam senyumku
Aku terlalu terbiasa tak menghadirkanmu dalam mimpiku
Aku terlalu terbiasa tak mengingatmu setiap kali aku membuka mata
Aku terlalu terbiasa tak menunggu sms-mu
Aku terlalu terbiasa tak mencari jejakmu
Aku terlalu terbiasa tak menanyakan kabarmu pada temanku
Aku terlalu terbiasa tak berkeinginan menghubungimu
Aku terlalu terbiasa tuk acuh ketika mendengar namamu
Aku terlalu terbiasa tuk bersikap biasa ketika mereka menanyakan tentangmu
Aku benar-benar terbiasa tuk terlalu terbiasa melupakanmu
Hingga akhirnya aku terbiasa tuk benar-benar terlalu terbiasa hidup tanpamu

Senin, 30 Januari 2012

Kabut



pernah ku terpesona
terbuai keindahan dirimu
pernah ku menaklukan teriknya hari
ditemani hembus indahmu

namun perlahan kau hilang
kau lenyap kau enyah
dihembus badai tornado
yang kekuatannya melebihi keyakinanmu

aku kecewa aku hampa
namun ku tetap menunggu
menunggu keindahan itu kembali
walau aku menggigil
karena dinginnya hujan menusuk rusukku

tapi mengapa?
kau malah terlihat nyaman
menyaksikan aku rapuh
menyaksikan aku jatuh
diterpa badai