Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni,
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Puisi tersebut adalah salah satu puisi karya Sapardi Djoko Damono yang sangat saya sukai. Saya tau puisi ini tuh berawal dari lomba musikalisasi puisi yang diadakan oleh UNPAD. Setelah saya baca puisinya ternyataaaaaaaaa...
Keren banget, gila.
Huaa.. nge-fans deh ya sama Bapak Sapardi Djoko Damono. Mmm.. maknanya tuh ya, its so cool. Semoga suatu saat nanti saya bisa kaya bapak deh ya *eh apasih? Oke, LUPAKAN !
Oke, sekarang saya ingin mencoba membahas makna puisi dahsyat *menurut saya* tersebut.
Secara umum puisi tersebut mempunyai makna tentang cinta seseorang yang mustahil serta tidak diungkapkan.
Kenapa mustahil? tanyakan saja pada rumput yang bergoyan *eh, maap maap*. Ya, mustahilnya yaitu karena bulan juni kan musim kemarau masa hujan sih? Kenapa? Apa salah gue? Apa salah temen2 gue? *plak*. Trus kalau yang cinta yang tak terungkapkannya itu bisa dilihat dari kata "dirahasiakannya rintik rindunya" "dihapusnya jejak2 kakinya yang ragu2" "yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu" dalam kata2 tersebut terlihat jelas bahwa cinta tersebut tidak diungkapkan.
Mmhh.. makna nya itu gue banget ya ! HAHA !
Oke, sepertinya cukup deh ya pembahasan makna nya. Ini bukan analisis ataupun apa, ini hanyalah iseng semata. See ya !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar