Halaman

Jumat, 30 Maret 2012

Sulur

Aku masih teguh berdiri disini
Ditemani arogansi fiksi
Di sudut sana kau masih terus menghujat
Dengan menutup sebelah mata
Tapi tidakkah kau tahu?
Aku bukanlah putri malu
Yang akan selalu mengatup
Disaat kau asik mengutuk
Aku adalah sulur
Semakin kau bergerak
Semakin ku menjerat
Jadi jangan lanjutkan itu
Karena semakin kau bersikap
Semakin aku menjadi

Minggu, 25 Maret 2012

Antara pemerintah, oposisi dan media massa

Dari judulnya terlihat bahwa posting ini akan benar-benar membahas tentang politik. Tapi tidak, posting ini tidak akan terlalu membahas politik. Ini hanyalah merupakan kesimpulan yang saya dapatkan dari obrolan ringan tadi siang bersama teman-teman saya Ade, Nisa, Amel, Hanifah, Mochi, Laras, Riska, Tesa. Obrolan tentang sesuatu yang sekarang ini sedang sangat booming, kalo di twitter namanya TT (Trending Topic). Ya, kenaikan harga BBM.

Rasanya kita terlalu awam untuk membahas ini ya. Kita yang hanya seorang pelajar SMA kelas XII yang rata-rata tidak normal (red: dibawah umur kelas XII lainnya) sudah sok-sokan membahas urusan yang bahkan orang-orang dewasa pun kadang-kadang kurang mengerti. Tapi disini kita mencoba berpendapat dan melihat dari beberapa pandangan. Sekali lagi bukan membahas.

Seperti yang kita lihat sekarang, kenaikan harga BBM menimbulkan pihak yang pro dan kontra. Disisi pro mereka mendukung karena mungkin mereka mengetahui tujuan dan memaklumi kebijakan pemerintah tersebut. Tapi disisi lain, golongan kontra pun tak henti-hentinya menentang dan mencekal kenaikan harga BBM tesebut. Akibatnya terjadi demo dimana-mana dan banyak sekali masyarakat yang menuntut SBY turun. Tapi ko lebih banyak yang kontra ya? haha

Sabtu, 24 Maret 2012

Random

Aku yang selama ini hanya berani mencuri-curi pandang kepadamu
Aku yang selama ini hanya berani menyematkan perhatian dalam candaanku
Aku yang selama ini hanya berani memberikan senyuman tulus
Aku yang selama ini hanya berani mengajakmu bercanda agar kamu tertawa denganku
Aku yang selama ini hanya berani sebentar saja menatap matamu
Aku yang selama ini hanya berani membantumu diam-diam
Aku yang selama ini hanya berani memimpikanmu dalam tidurku
Aku yang selama ini hanya berani menghadirkan dirimu di pikiranku
Aku yang selama ini hanya berani diam-diam sangat khawatir
Aku yang selama ini hanya berani pura-pura memberi saran padahal aku sangat peduli
Aku yang selama ini hanya berani cemburu diam-diam
Aku yang selama ini hanya berani menahan rindu
Aku yang selama ini hanya berani diam-diam menulis tentang kenangan kita sambil menangis
Aku yang selama ini hanya berani menulis segala tentangmu di laptopku ini

Tahukah kamu?


Aku yang selama ini berharap kamu tahu
Aku yang selama ini berharap kamu mengerti
Aku yang selama ini menahan rindu
Aku yang selama ini sabar menunggumu
Aku yang selama ini menggilaimu
Aku yang setiap hari memikirkanmu
Aku yang selama ini memendam rasa
Aku sudah berada di ujung rasa ini
Rasa yang hampir membusuk karena terlalu lama dipendam

AKU HAMPIR MELEDAK !

Tanda seru atau tanda tanya

Tanda seru dengan tanda tanya memang memiliki kesamaan, mereka sama-sama tanda baca, sama-sama memiliki titik di bawahnya. Tapi....mereka dapat saling merubah. Yang tadinya yakin dapat menjadi ragu, yang tadinya ragu dapat menjadi yakin.

Walaupun mereka berasal dari golongan yang sama tapi mereka sangatlah bertentangan. Mereka dapat merubah perasaan maupun nasib seseorang.  Merekalah yang menjadikan orang-orang menjadi bingung. Ya itulah yang saya dapatkan dari beberapa pengamatan saya beberapa hari ini.

Seperti contohnya saja teman saya Rida. Dia seseorang yang mempunyai passion buat masuk Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, tapi ironisnya dia malah daftar jalur undangan ke Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Industri dan Institut Pertanian Bogor. Entah karena dipaksa orang tua atau apa, itu benar-benar ironis. Sampai sekarang dia menyesal, dialah yang menjadi korban pertentangan tanda seru dan tanda tanya. Disaat orang lain membubuhkan tanda seru di akhir kata ‘aku masuk itb’ dia malah membubuhkan tanda tanya. Disaat orang lain berteriak ‘aku masuk itb!’ dia malah bertanya ‘aku masuk itb?’.

Jumat, 23 Maret 2012

Pada akhir waktu kita nanti :')

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau jujur
tentang asamu padaku saat ini
juga hasratmu padaku

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau menjawab
semua tanya hatiku
yang tak pernah mendapat jawaban pasti

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau mengungkap
makna tatapan itu
yang selalu membuatku kikuk dan mencari makna tentangnya

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin kau ucapkan
kata yang selama ini ingin ku dengar
dari mulutmu yang mungkin ingin mengungkap

Pada akhir waktu kita nanti
aku ingin mengetahui kebenaran
mengerti makna tatapan
merasakan kebahagiaan
dan melepasmu dengan senyuman

Minggu, 18 Maret 2012

Film korea itu berjudul 'a moment to remember'

Tidak dapat dipungkiri negara kita sekarang sedang terkena sindrom koreanisme. Ada beberapa teman SMP dan teman sekelas saya yang terkena sindrom ini. Apa itu koreanisme? Ah ga usah dijelasin deh ya udah pada tau kali *eh? Niat ngepost ga sih?*. iya deh iya, koreanisme itu semacam fanatik atau menyukai segala hal yang berbau korea, mulai dari filmnya, artisnya, penyanyinya dll.

Tapi berbeda dengan saya.

Disaat mereka mengahabiskan waktu mereka hanya untuk nonton drama korea.
Disaat mereka mengoleksi foto artis2 korea.
Disaat mereka berteriak-berteriak jika melihat orang-orang sipit itu muncul di teve atau majalah
Disaat mereka mengoleksi dan menghapal lagu korea
Disaat mereka mulai mempelajari bahasa korea.
Disaat mereka memenuhi timline dan beranda saya dengan bacotan tentang korea.
Saya hanya diam bahkan mengangkat alis dan bibir sebelah kiriku.

Ya, saya ga suka korea.

Perasaan ini bertahan lama bahkan sangat lama. Ternyata iman saya cukup kuat untuk tidak mengagumi orang-orang bermata sipit itu. Yeah, i’m cool B)
                                                             

Sejenis?

Bukankah kutub utara dengan kutub utara akan terus saling tolak-menolak? Begitu juga kita, kita sejenis, sama-sama mengetahui tapi tak sama-sama memahami. 

Sejenis bukan?

23 : 45

Perasaan yang random. Ini bukan lompat jangkit yang mempunyai step hop-step-jump tapi ini aku, hope-try-break. Ya, hanya itu. Perasaan yang sering banget aku alami. Tapi seorang pemimpi tidak akan berhenti begitu saja begitu pula pahlawan-pahlawan Indonesia yang begitu kuat dan semangat kan?

Apakah kamu tahu? ah pasti tidak. pasti ! Kamu ga akan tahu apalagi mengerti. Hah bodoh, jangan dipendam. Tapi bagaimana? jujur dibuang, tak jujur meledak. Ha ! Bodoh !

Memangnya ini salah siapa? | iya aku yang salah ! aku yang tidak sengaja menciptakan suasana ini. Suasana yang mebuatku terbang sekaligus dijatuhkan, senang sakit. Huaaaa, apakah kau tak lihat? mataku sudah berteriak. | Ah tidak, aku tak mungkin mendengar itu sedangkan kau hanya berbisik. | Apa? berbisik?| Ya, kau hanya berbisik sampai-sampai suara itu hilang tertiup angin | Mataku berteriak sampai berair seperti ini kau bilang hanya berbisik? hah! itu hanyalah alibimu untuk membuangku.

Oke, cukstaw !

Tapi bagaimana? haruskah aku tetap seperti ini? menikmati cambukku. Sampai rasa ini meledakkanku?