Halaman

Rabu, 29 Februari 2012

Isyarat

                             Isyarat
                                                        Geby Bayuningtyas
Ketika kata tak lagi terucap
Bahkan isyarat pun tak lagi dapat ditangkap
Harus kemana aku berlabuh?
Aku si bisu yang bahkan tak lagi bisa memberi isyarat
Diam, terpaku, tak bisa apa-apa
Disudut sana mereka berteriak
"Aku akan selalu mengerti kamu serta isyaratmu"
Tapi, apakah ini yang disebut mengerti?
Pergi disaat aku mendikte semua
Menjauh disaat aku memberikan isyarat
Isyarat yang bahkan tak pernah dimengerti siapapun
Aku masih tetap di sudut ini
Diam, lelah, menyerah

Selasa, 28 Februari 2012

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni,
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Puisi tersebut adalah salah satu puisi karya Sapardi Djoko Damono yang sangat saya sukai. Saya tau puisi ini tuh berawal dari lomba musikalisasi puisi yang diadakan oleh UNPAD. Setelah saya baca puisinya ternyataaaaaaaaa...

Keren banget, gila.

Huaa.. nge-fans deh ya sama Bapak Sapardi Djoko Damono. Mmm.. maknanya tuh ya, its so cool. Semoga suatu saat nanti saya bisa kaya bapak deh ya *eh apasih? Oke, LUPAKAN !

Oke, sekarang saya ingin mencoba membahas makna puisi dahsyat *menurut saya* tersebut.
Secara umum puisi tersebut mempunyai makna tentang cinta seseorang yang mustahil serta tidak diungkapkan.

Sabtu, 25 Februari 2012

Terlalu Terbiasa

from google
Aku terlalu terbiasa tak menyebut namamu dalam senyumku
Aku terlalu terbiasa tak menghadirkanmu dalam mimpiku
Aku terlalu terbiasa tak mengingatmu setiap kali aku membuka mata
Aku terlalu terbiasa tak menunggu sms-mu
Aku terlalu terbiasa tak mencari jejakmu
Aku terlalu terbiasa tak menanyakan kabarmu pada temanku
Aku terlalu terbiasa tak berkeinginan menghubungimu
Aku terlalu terbiasa tuk acuh ketika mendengar namamu
Aku terlalu terbiasa tuk bersikap biasa ketika mereka menanyakan tentangmu
Aku benar-benar terbiasa tuk terlalu terbiasa melupakanmu
Hingga akhirnya aku terbiasa tuk benar-benar terlalu terbiasa hidup tanpamu