Halaman

Senin, 30 Januari 2012

Kabut



pernah ku terpesona
terbuai keindahan dirimu
pernah ku menaklukan teriknya hari
ditemani hembus indahmu

namun perlahan kau hilang
kau lenyap kau enyah
dihembus badai tornado
yang kekuatannya melebihi keyakinanmu

aku kecewa aku hampa
namun ku tetap menunggu
menunggu keindahan itu kembali
walau aku menggigil
karena dinginnya hujan menusuk rusukku

tapi mengapa?
kau malah terlihat nyaman
menyaksikan aku rapuh
menyaksikan aku jatuh
diterpa badai